Minggu, 29 Mei 2011

"Kebetulan Bukan Hanya Sekedar 'Kebetulan' Belaka"

(sepotong cerita dari: "Three Things")

♥☺

"TadigueketemuTian!!!" Bia berseru cepat.

Mendengar ucapan cepat tsb, baik Evan & Bunga, keduanya terdiam.

Bunga membuka mulut duluan. Merespon ucapan Bia dgn begitu syoknya. "Hah? Ketemu?! Dimanaaaaa?!!!!"

Namun Evan masih terdiam. Terlihat seperti tdk terlalu ingin bersuara kali ini.

"Di kantor Glounes, tadi pas gue ada presentasi meeting dgn klien dr Glounes."

"Terus terus?" Bunga bersemangat. Baginya, ini merupakan hal yg begitu indah; dimana Bia ingin sekali bertemu dgn Tian. Walaupun baru terrealisasikannya skrg.

Tiba-tiba, ekspresi Bia berubah. Mukanya begitu sedih, seperti menahan tangis. "Tapi dia emg msh marah sm gue. Itu keliatan jelas."

"Kenapa lo blg gitu Bi?"

"Keliatan jelas bgt Bung. Saat ketemu tadi, Tian bener-bener jutek sm gue."

Bunga menatap Bia heran. "Lho bukannya itu bagus? Berarti dia msh inget sm mslh itu, dan juga elo. Kalian udah lama terpisah, tp skrg dipertemukan lagi. Jodoh tuh hihihi..."

Bia melengos pesimis. "Cih. Mungkin aja ini cuma kebetulan."

"Lo percaya sm kebetulan, Bi?"

Disaat Bunga sdg berpikir mau merespon apa, disaat Bia sdg ingin melamun sedih ttg Tian, sebuah suara dtg mendistraksi kegiatan mereka. Sebuah suara yg dtg dr seorang lagi yg drtd hny duduk mendengarkan.

"Ga ada yg kebetulan di dunia ini, Cambria." tambah Evan melihat Bia blm merespon ucapan pertamanya tadi.

Bia menatap Evan dalam. "Maksudnya?"

"Semua kebetulan itu terjadi emg karna udah ada yg mengatur. Allah yg mengatur semuanya. Apa yg dipersepsikan sbg kebetulan, itu hnylah sebuah bentuk ketidakpercayaan si penerima 'kebetulan' itu." Evan menjawab sambil tersenyum dingin.

"So?"

Evan bergegas merapikan barang-barangnya yg tergeletak di meja. "Kebetulan itu ialah nama lain dr takdir. Gaada bedanya. Tergantung kalian melihat dr sudut pandang yg mana."

Bia dan Bunga dibuat pongo oleh kata-kata Evan barusan. Dan ya, mereka baru sadar & nyambung akan hal itu. Sadar ketika Evan sudah berjalan meninggalkan mereka berdua.

"Kebetulan itu bukan hanya sekedar 'kebetulan'. Kebetulan terjadi karna emg udah takdir yg mempertemukan..." ucap Evan sambil bergegas menuju ambang pintu Algerian's.

"So, anggaplah pertemuan mu dgn Tian tadi ialah takdir. Bye Bi, bye Bung. See later!" seru Evan sambil menutup pintu cafè Algerian's.

•ZFW• ♥☺

4 komentar:

  1. nice, sitta karina banget ha haha
    hmm kayaknya kenal deh sama nama2 karakternya :p

    BalasHapus
  2. Thank youuuu. Ya dia inspirator gue Meng, tapi semoga aja ceritanya ga sama ya Amin haha. Hmm nama yg mana dulu nih? Akakak

    BalasHapus
  3. hahaha iya role model, tp jgn sama ha :D
    harus original *sotoy*
    evan, bia..... hahahaha rasanya kenal

    BalasHapus
  4. Yap, makanya itu gue berusaha bgt supaya ga terlihat & terbaca seperti dia hoho
    Iya nih, namanya gue bingung mau nama siapa haha

    BalasHapus