"Don't let your heart overrun your brain. Make them both work in sync."
Seorang penulis terkenal, yg merupakan seorang yg inspiratif buat gue, seorang penulis yg menjadi 'role model' gue utk menulis, memperkenalkan quote indah ini ke gue. Emg sih tdk secara lsg, melainkan melalui sebuah novel sbg mediatornya. So, apa yg mau gue bahas disini?
Kalian pasti tau dong apa arti dr quote itu. Apabila di Bahasa Indonesiakan: "Jgn biarkan hatimu berlari melebihi otakmu. Buat keduanya bekerja seimbang."
Menurut gue, quote ini pas bgt buat orang orang yg mengalami dilema akan suatu hal. Misalkan gue ksh cth kasus; seseorang yg dipaksa -oleh keadaan- utk memilih 2 hal, yaitu mempercayai hati & firasatnya agar apa yg dirasakannya menjadi nyata, dan yg kedua, melihat kenyataan yg sudah ada.
Dalam kasus ini, orang tsb susah sekali membuat pilihan. Di satu sisi, dia percaya bahwa sesuatu yg sangat dilandaskan oleh kepercayaan & optimis yg besar, akan bisa mnjd kenyataan. Namun di sisi lain, dia tdk bisa mengikari bahwa kenyataan yg ada sangatlah bertolak blkg dgn apa yg dia harapkan. Lalu pertanyaannya, apa yg sebaiknya dia pilih kan?
Nah menurut pemikiran gue ya, balik ke quote tadi. Jujur, gue ialah orang yg bermotto "Keep some possibilities open!". So pilihan pertama gue pasti lbh memilih utk ttp percaya akan suatu hal agar mnjd kenyataan. Karna di dunia ini kan ga ada yg ga mgkn! Tapi kalo keadaan yg sementara nyatanya, sngt bertolak blkg apa yg kita harapkan, kita jg hrs bisa menerima. Karna kita tau, sesuatu yg kita harapkan blm tentu jd sesuatu yg kita butuhkan. Tapi, bkn berarti kita nyerah gitu aja sm keadaan. Saat nerima kenyataan smntr itu, kita hrs ttp berjuang & optimis utk berusaha merealisasikan apa yg kita harapkan sblmnya.
Itulah menurut gue. Makanya gue milih & setuju bgt sama quote diatas itu. Karna tanpa kesinkronan, semuanya tdk akan seimbang.
Dan sesuatu yg ga seimbang itu ga baik lho.
So, what about you guys? ☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar