"The world is a book, and those who do not travel read only one page," - St. Agustine.
======================
Di usia yang akan menginjak angka 21 tahun ini, saya tiba-tiba punya harapan untuk bisa mengelilingi Indonesia, mengeksplor setiap keindahan tersembunyi yang ada di negara tercinta ini. Meskipun belum banyak kota-kota di 33 provinsi di Indonesia yang sudah saya kunjungi, saya yakin banyak sekali tempat keren di Indonesia, baik yang sudah terekspos maupun yang belum.
Untuk bisa merealisasikan harapan saya, saya pun memulainya dengan melakukan late summer trip bersama sahabat-sahabat saya. Dalam late summer trip ini, banyak kota yang kami kunjungi. Namun dibalik semua kepuasan dari kunjungan ke setiap kota yang kami lakukan, rencana sesungguhnya dari trip kecil kami ini ialah salah satu kota yang berada di bagian timur pulau Jawa, di mana kota itu memiliki salah satu pulau yang ‘katanya’ menyimpan begitu banyak keindahan tersembunyi di dalamnya.
Pulau itu bernama Pulau Sempu. Pulau Sempu berada di seberang bagian selatan kota Malang, Jawa Timur. Sesungguhnya Pulau Sempu ini bukan suatu tempat wisata, melainkan wilayah konservatif cagar alam milik Indonesia. Namun entah apa yang akhirnya membuat Pulau Sempu menjadi terkenal, kini Pulau Sempu seakan sudah menjadi tempat wisata yang berbeda dari biasanya. Kenapa?
Percayalah, kalian tidak akan mengunjungi Pulau Sempu dengan 'mudah'. Dibutuhkan perjuangan untuk bisa menikmati keindahan tersembunyi yang ada di Pulau Sempu ini. So, how to get there?
Di bawah ini saya akan menuliskan bagaimana saya bersama sahabat-sahabat saya akhirnya bisa mencapai Pulau Sempu, lengkap dengan biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan hingga bisa sampai disana.
Awalnya kami berangkat menggunakan kereta dengan relasi tujuan Stasiun Malang Kotabaru. Dari Stasiun Malang Kotabaru, untuk bisa ke Pulau Sempu kami menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam (4 jam untuk sampai di Segara Anakan–daerah tujuan di Pulau Sempu) dengan rute perjalanan sebagai berikut.
Kesimpulan biaya yang harus dikeluarkan menuju Pulau Sempu dari Stasiun Malang Kotabaru (per orang):
TOTAL BIAYA (per orang) = Rp 78.000,-
*Note:
Nah, itulah cara-cara yang kami lakukan untuk menuju ke Pulau Sempu. Tapi setelah mengetahui bagaimana cara untuk menuju ke Pulau Sempu, penting juga bagi kalian untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan selama berada di Pulau Sempu. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini.
Well, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipatuhi jika kalian ingin menikmati 'surga' tersembunyi milik Indonesia. Memang tidak mudah dan diperlukan 'perjuangan' untuk mengunjungi Pulau Sempu. Namun percayalah, perjuangan kalian akan segera terbayar lunas ketika kalian sudah tiba disana, melihat bentangan luas alam kuasa Tuhan yang sangat indah, dan mendengar serta menyaksikan deburan ombak Samudera Hindia yang terbentang luas di hadapan kalian.
So, tunggu apa lagi? It's recommended! Sempatkan diri kalian mengunjungi The Hidden 'Heaven' in Indonesia, ya!
Untuk bisa merealisasikan harapan saya, saya pun memulainya dengan melakukan late summer trip bersama sahabat-sahabat saya. Dalam late summer trip ini, banyak kota yang kami kunjungi. Namun dibalik semua kepuasan dari kunjungan ke setiap kota yang kami lakukan, rencana sesungguhnya dari trip kecil kami ini ialah salah satu kota yang berada di bagian timur pulau Jawa, di mana kota itu memiliki salah satu pulau yang ‘katanya’ menyimpan begitu banyak keindahan tersembunyi di dalamnya.
Pulau itu bernama Pulau Sempu. Pulau Sempu berada di seberang bagian selatan kota Malang, Jawa Timur. Sesungguhnya Pulau Sempu ini bukan suatu tempat wisata, melainkan wilayah konservatif cagar alam milik Indonesia. Namun entah apa yang akhirnya membuat Pulau Sempu menjadi terkenal, kini Pulau Sempu seakan sudah menjadi tempat wisata yang berbeda dari biasanya. Kenapa?
Percayalah, kalian tidak akan mengunjungi Pulau Sempu dengan 'mudah'. Dibutuhkan perjuangan untuk bisa menikmati keindahan tersembunyi yang ada di Pulau Sempu ini. So, how to get there?
Di bawah ini saya akan menuliskan bagaimana saya bersama sahabat-sahabat saya akhirnya bisa mencapai Pulau Sempu, lengkap dengan biaya yang dikeluarkan untuk perjalanan hingga bisa sampai disana.
Awalnya kami berangkat menggunakan kereta dengan relasi tujuan Stasiun Malang Kotabaru. Dari Stasiun Malang Kotabaru, untuk bisa ke Pulau Sempu kami menempuh perjalanan kurang lebih 3 jam (4 jam untuk sampai di Segara Anakan–daerah tujuan di Pulau Sempu) dengan rute perjalanan sebagai berikut.
- Dari stasiun, kalian harus naik angkot jurusan Terminal Gadang (agar tidak salah, saya sarankan untuk bertanya mengenai jurusannya kepada supir angkot yang ngetem di depan stasiun, ya). Ongkos angkot dari stasiun ke Terminal Gadang adalah Rp 3.000,- per orang.
- Dari Terminal Gadang, selanjutnya naik angkot lagi menuju Turen. Angkot ini berwarna kuning, mobilnya sejenis Elf. Ongkos angkot kuning ini sebesar Rp 6.000,- per orang.
- Dari Turen, lagi-lagi harus naik angkot menuju Pantai Sendang Biru, tempat dimana kalian akan menyebrang ke Pulau Sempu. Angkotnya sejenis Elf juga berwarna baby blue. Ongkos angkot ini sebesar Rp 15.000,- per orang. Kok mahal? Seriously, perjalanannya jauh banget!
- Sampai di Pantai Sendang Biru, kalian harus membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- per orang.
- Dari Pantai Sendang Biru inilah kalian akan menyebrang ke Pulau Sempu. Sebelum menyebrang, kalian harus melapor dulu ke tempat pelaporan khusus Pulau Sempu. Disana kalian akan mendapatkan wejangan dan tata cara serta peraturan selama mengunjungi Pulau Sempu. Ini wajib. Jika kalian tidak melapor, kalian tidak akan bisa ke Pulau Sempu. Pada saat melapor dan mendaftarkan diri untuk mengunjungi Pulau Sempu, kalian akan dikenakan biaya perizinan sebesar Rp 5.000,- per orang.
- Setelah mendapat surat izin (suratnya harap disimpan terus sampai pulang karena akan digunakan untuk melapor lagi setelah kembali dari Pulau Sempu), kalian diwajibkan menyewa pemandu (guide) untuk menuntun jalan kalian ke Pulau Sempu. Ongkos guide ini Rp 100.000,- per kelompok. Guide akan menuntun kalian hingga ke Pulau Sempu. Untuk pulangnya, kalian harus sendiri. Apalagi jika kalian ingin menginap. Namun jika kalian melakukan nego selanjutnya dengan guide secara personal, akan sangat mungkin guide juga menunggu kalian selama di Pulau Sempu.
- Setelah itu, kalian bisa mulai menyebrang ke Pulau Sempu dengan menggunakan perahu. Perahu ini disewa pergi-pulang (PP). Dengan kata lain, seketika kembalinya kalian dari Pulau Sempu, kalian akan dijemput lagi oleh perahu tersebut. Ongkosnya Rp 100.000,- per perahu dengan maksimal 15 orang per perahu. Note: catat nomor hp tukang perahunya yang ada di badan setiap perahu supaya bisa menjemput kalian sekembalinya dari Pulau Sempu.
- Lama perjalanan dengan perahu ini 10 menit. Dari perahu, kalian akan diturunkan di Teluk Semut, yaitu tepi Pulau Sempu. Dari teluk ini, kalian akan berjalan kaki sejauh 2,5 km menuju Segara Anakan, tempat dimana kalian akan menikmati 'surga' tersembunyi yang ada di Pulau Sempu, dengan memakan waktu perjalanan kurang lebih 1-1,5 jam, tergantung jumlah anggota kelompok kalian (biasanya makin banyak orang makin lama karena akan makin banyak waktu yang diperlukan untuk beristirahat selama perjalanan).
- Untuk rute kembali dari Pulau Sempu ke Stasiun Malang Kotabaru, kalian bisa mengikuti cara yang sama dengan urutan sebaliknya, ya.
Kesimpulan biaya yang harus dikeluarkan menuju Pulau Sempu dari Stasiun Malang Kotabaru (per orang):
- Angkot dari Stasiun pergi-pulang (PP) = Rp 6.000,-
- Angkot dari Gadang pergi-pulang (PP) = Rp 12.000,-
- Angkot dari Turen pergi-pulang (PP) = Rp 30.000,-
- Biaya masuk Pantai Sendang Biru = Rp 5.000,-
- Biaya izin Pulau Sempu = Rp 5.000,-
- Biaya sewa guide (perhitungan dihitung 1 kelompok ada 10 orang) = Rp 10.000,-
- Biaya sewa perahu (perhitungan dihitung 1 kelompok ada 10 orang) = Rp 10.000,-
TOTAL BIAYA (per orang) = Rp 78.000,-
*Note:
- Total di atas untuk hitungan 1 kelompok terdiri dari 10 orang. Harga di atas terhitung 8 September 2014. Belum termasuk biaya sewa tenda jika ingin menyewa tenda.
- Disarankan untuk menyewa mobil atau menyarter angkot jika kalian berpergian lebih dari 6 orang. Hal ini dikarenakan dengan menyewa mobil atau angkot, biaya yang dikeluarkan untuk mencapai Pantai Sendang Biru disinyalir bisa menjadi lebih murah dibanding naik angkutan umum.
Nah, itulah cara-cara yang kami lakukan untuk menuju ke Pulau Sempu. Tapi setelah mengetahui bagaimana cara untuk menuju ke Pulau Sempu, penting juga bagi kalian untuk mengetahui hal-hal yang harus diperhatikan selama berada di Pulau Sempu. Apa saja? Yuk, simak di bawah ini.
- Berangkatlah pagi atau siang hari, sehingga kalian akan sampai di Pulau Sempu pada waktu yang tepat. Jangan sampai kalian tiba di Pantai Sendang Biru terlalu malam karena dipastikan harga guide bisa naik mengingat perjalanan yang harus ditempuh selama di Pulau Sempu (makin malam makin mahal).
- Pastikan kalian menggunakan sepatu untuk menuju Segara Anakan. Trek 2,5 km yang kalian akan lewati nantinya cukup sulit dan melelahkan, terutama bagi kalian yang pertama kali berjalan jauh di dalam hutan. Kalian akan melewati batang pohon besar, akar-akar besar, batu-batu besar, dan karang-karang besar. Meski diperbolehkan untuk menggunakan sandal, namun sangat disarankan kalian untuk menggunakan sepatu, sehingga dapat terhindar dari luka yang nantinya akan menyulitkan kalian berjalan.
- Siapkan air minum di tangan atau di tempat yang mudah diraih selama berjalan menuju Segara Anakan. Perjalanan cukup jauh dengan trek yang tidak mudah dipastikan akan melelahkan bagi kalian yang belum terbiasa.
- Jika kalian berencana untuk bermalam (menginap) di Pulau Sempu, kalian harus menyiapkan logistik yang kalian perlukan selama berada disana. Pulau Sempu adalah pulau yang tidak berpenghuni, kecuali oleh kera, babi hutan, dan ular. Oleh karena itu, kalian tidak akan menemukan rumah atau warga yang tinggal di dalam Pulau Sempu. Pastikan kalian membawa cukup air minum (tidak ada air tawar disana, melainkan hanya air laut dari Samudera Hindia), makanan, serta perlengkapan camp lainnya. Jangan lupa bawa tenda, ya. Ketika kalian ingin menginap, itu artinya kalian harus membuka dan tidur di tenda selama disana, di mana tenda tersebut akan dibuka di pinggir air laut Segara Anakan yang berpasir putih. Kalau kalian tidak mempunyai tenda, kalian bisa menyewa tenda di tempat kalian melapor di Pantai Sendang Biru. Harga sewa tenda beragam, tergantung muatan tenda yang kalian sewa, dimulai dari Rp 50.000-, per tenda (sudah termasuk matras).
- Perhatikan dan bawa kembali sampah milik kalian dari Pulau Sempu. Hal ini sangat penting untuk ditekankan mengingat wajib bagi kita untuk menjaga Pulau Sempu. Harus diingat bahwa Pulau Sempu adalah wilayah konservatif cagar alam yang seharusnya dilindungi. Beruntung bagi kita masih dapat diizinkan untuk mengunjungi salah satu kekayaan alam Indonesia. Untuk itu, mari jaga sikap dan perilaku kita dengan tahu diri untuk tidak membuang dan meninggalkan sampah sembarangan disana. Marilah menghargai dan menghormati kekayaan alam yang ada di sekitar kita. Kalau sampai Pulau Sempu banyak sampah, bukan tidak mungkin Pulau Sempu akan ditutup untuk dikunjungi.
- Last but not least, selalu pastikan tenda kalian terkunci jika kalian meninggalkan tenda untuk berenang di laut Segara Anakan. Bukan hanya takut terjadi kehilangan akibat tangan-tangan usil manusia, melainkan juga akibat tangan usil kera-kera nakal yang akan sering kalian lihat selama berada di Pulau Sempu. Jangan sampai deh tiba-tiba sepatu kalian dibawa lari oleh kera yang kelaparan. :D
Well, itulah beberapa hal yang harus diperhatikan dan dipatuhi jika kalian ingin menikmati 'surga' tersembunyi milik Indonesia. Memang tidak mudah dan diperlukan 'perjuangan' untuk mengunjungi Pulau Sempu. Namun percayalah, perjuangan kalian akan segera terbayar lunas ketika kalian sudah tiba disana, melihat bentangan luas alam kuasa Tuhan yang sangat indah, dan mendengar serta menyaksikan deburan ombak Samudera Hindia yang terbentang luas di hadapan kalian.
So, tunggu apa lagi? It's recommended! Sempatkan diri kalian mengunjungi The Hidden 'Heaven' in Indonesia, ya!
======================
"We travel not to escape life, but for life not to escape us," - Anonymous.
With love,
Zanel - Traveler wannabe, Pengagum Keindahan Indonesia
Zanel - Traveler wannabe, Pengagum Keindahan Indonesia
![]() |
| Segara Anakan |
![]() |
| Hamparan Pemandangan Samudera Hindia |

