Sport is my soul. Sport is my mate.
Di jaman skrg ini, olahraga bukanlah merupakan kebutuhan sekunder lagi. Di jaman skrg yg udah makin ga jelas juntrungannya, olahraga ialah salah satu kegiatan yg masih sangat jelas juntrungannya. Kenapa?
Olahraga udah mulai menjadi kebutuhan semi primer di kehidupan manusia. Itu semua disebabkan karna olahraga memiliki byk fungsi/manfaat serta kebaikkan yg ga kalah penting dgn kebutuhan primer. Mau tau apa aja?
Kalo dalam ilmu pengetahuan, manfaat olahraga tuh bisa seperti membantu melancarkan sistem metabolisme tubuh, membantu menyegarkan tubuh, membantu membakar kalori berlebih, menjadikan tubuh lebih sehat, dsb. Tapi kalau dalam ilmu kehidupan sehari-hari, manfaat/kebaikkan olahraga tuh bisa lsg terasa. Misalkan kyk perempuan yg ingin diet. Pasti ya selain mengatur pola makan, diet itu jg memperlukan olahraga sbg jalan lainnya. Atau misalkan kyk utk bersenang-senang. Kebanyakan dari para pria lebih menghabiskan waktu bersenang-senang dgn olahraga, seperti main sepakbola, basket, sepedaan, dsb. Atau misalkan lagi utk kaum ibu-ibu. Ibu-ibu jg membutuhkan olahraga kan, seperti jogging, slow running, senam, aerobic, dsb.
Kalau dalam hal pergaulan anak remaja, selain emg utk menjadikan jiwa sehat, olahraga bisa dijadikan mediator menyenangkan, seperti untuk ikut dlm sebuah komunitas, menjadi atlit, mencari kesibukkan, atau malah mencari pacar hahaha. Bahkan nih ya, dalam istilah gaul skrg, olahraga juga bisa membuat anak muda menjadi lebih tenang jika mereka dilanda 'Kegalauan'! Bbrp remaja jg bilang kalau olahraga itu merupakan salah satu Moodboster. See? Banyak bgt kan kebaikkan olahraga itu.
Oleh karna itu, dapat disimpulkan bahwa skrg itu olahraga sudah menjadi kebutuhan semi primer bagi manusia. Banyak bgt manfaat yg bisa kita ambil dalam olahraga. Segala cara bisa sedikit diatasi dgn berolahraga. Dan olahraga itu pun byk macemnya, kayak Jogging, Running, Senam, Sepakbola, Basket, Cheerleading, Tennis, Bulutangkis, Voli, Sepatu Roda, dsb. Bahkan di jaman yg modern ini, Dancing jg bisa dibilang olahraga lho. Jadi utk cewe-cewe yg males bgt olahraga (dgn alasan takut resiko kenapa-napa), gausah ada alasan lagi deh. Padahal kan, if a life without a risk is a life unlived.
Makanya, mulai dr skrg janganlah males utk olahraga. Karna seperti pepatah bilang, "Di dalam tubuh yg sehat, terdapat jiwa yg kuat". Jadi ya supaya ga jadi jiwa lemah alias galau alias gila, mending rajin rajin deh olahraga. Banyak manfaatnya kok gamau dijalanin? Hihi *wink* ;))
Selamat berolahraga! Hidup untuk sehat \(ˇ▽ˇ)/
Rabu, 06 Juli 2011
"Sesuatu Yg Berlebihan Itu Tidak Pernah Baik"
(sepotong cerita dari: "Three Things)
♥☺
"Satya?"
Sebuah suara datang menginterupsi kegiatan yg sedang dilakukan 2 orang manusia, Satya dan Bunga. Mendengar suara tsb, baik Satya maupun Bunga keduanya menoleh bersamaan. Ke arah suara itu berasal.
Melihat siapa yg telah memanggil namanya tadi, Satya tersenyum formil. "Andara? Hai, apakabar?"
"Aku baik, kamu apakabar? Sama siapa?" tanya Andara riang.
"Sama pacar aku nih, kenalin ini Bunga. Bunga kenalin ini Andara, temanku." jawab Satya sambil memperkenalkan keduanya.
Bunga tau. Bunga tau siapa perempuan di depannya kini. Dia bukan sekedar temannya Satya saja. Bunga sangat tau kalau dia adalah mantan pacarnya. Bunga please...tenangkan dirimu, batin Bunga.
"Hai, aku Bunga."
"Andara." balas Andara sambil membalas uluran tangan Bunga.
Melihat tidak ada masalah di raut wajah Bunga (yg mana sebenarnya Satya tdk peka melihatnya), Satya pun dgn santai berbincang-bincang dgn Andara.
Dan Bunga pun tidak ingin mengganggu Satya. Dia memang pacarnya Satya, namun dia tidak pernah mau membatasi Satya berbincang dgn siapapun. Termasuk Andara, mantannya sekalipun.
"Sat, aku kesana dulu ya. Bukunya udah dibawain tuh. Gaenak kalo mbak nya nunggu," Bunga pun hendak bangkit dari tempat duduknya, "Andara aku duluan ya." lanjut Bunga sambil meninggalkan Satya dan Andara.
Andara tersenyum. "Iya, Bunga." Pandangan Andara kini beralih kepada Satya di depannya. Mereka pun melanjutkan perbincangannya.
Bunga pun sdh tdk berada dekat mereka. Namun pandangan Bunga tetap ke arah mereka berdua. Bagaimana pun, Bunga tidak mau munafik. Ia tetap merasakan rasa cemburu melihat Satya berbincang -dimana memakai "aku-kamu"- dengan mantannya.
Tidak berapa lama kemudian, Satya pun kembali bersama Bunga.
"Udah selesai ngobrolnya? Andara mana?" tanya Bunga berusaha tersenyum seperti biasa.
"Udah, dia buru-buru tuh."
Bunga pun kembali konsen memperhatikan buku yg sdg ia pegang. Namun Satya menyadari sesuatu. Satya merasa ada yg janggal.
Satya menarik lembut jemari Bunga. "Kamu gak cemburu?"
"Cemburu? Cemburu kenapa?" tanya Bunga innocent.
"Ngeliat aku ngobrol dgn Andara. Kamu tau kan dia itu mantanku?"
Bunga tersenyum lembut mendengar itu. "Buat apa? Emg aku harus cemburu ya cuma gara-gara ngeliat pacarku ngobrol dgn mantannya?"
"Ya engga sih. Tapi kan biasanya cewe gitu," Satya menatap mata Bunga dalam, "apa kamu gak sayang aku?"
Bunga melepas buku yg ada dipegangannya. Tangannya memegang kedua tangan Satya. Dan matanya menatap lurus dan dalam ke mata Satya. "Satya, jujur aku ada perasaan cemburu. Aku cemburu kok ngeliat kamu ngobrol gitu dgn mantan kamu, pake 'aku-kamu' pula. Aku ga munafik kalo aku cemburu. Tapi aku gamau terlalu nunjukkin itu,"
Bunga melanjutkan, "karna aku gamau terlihat kyk anak smp yg baru pertama kali pacaran. Aku gamau overprotective sama kamu. Aku gamau overjealous. Aku gamau buat kamu malah risih nantinya kalo aku kayak gitu."
Satya terus mendengarkan Bunga dgn saksama.
"Tapi, aku gamau terlihat cuek. Apa aku tadi keliatan cuek ya? Maaf ya Satya, aku ga bermaksud gitu. Sejujurnya aku cemburu. Tapi yg kyk aku blg tadi itu. Jadi please," Bunga meremas tangan Satya lembut, "please jgn ngira aku gak sayang kamu cuma gara-gara aku gak nunjukkin rasa cemburu aku." ucap Bunga jujur. Ia pun berharap Satya melihat dan merasakan kejujuran dari diri Bunga.
Satya pun memeluk Bunga. "Iya aku ngerti kok. Maafin aku ya, sayang. Aku tadi cuma sedikit heran aja. Abisnya kamu gak berlebihan sih cemburunya. Gak kayak cewe biasanya."
"Gak papa, Satya. Lagipula aku kan emg bukan cewe biasanya hehe. Tapi kamu harus ingat satu hal."
"Apa tuh?" tanya Satya sambil merangkul Bunga hangat, passionately.
Bunga tersenyum lembut. "Sesuatu yg berlebihan itu tidak akan pernah baik, Satya Dika Pratama..."
Satya pun hanya mengecup kening Bunga lama sebagai respon ucapan tulus Bunga tadi.
•ZFW• ♥☺
♥☺
"Satya?"
Sebuah suara datang menginterupsi kegiatan yg sedang dilakukan 2 orang manusia, Satya dan Bunga. Mendengar suara tsb, baik Satya maupun Bunga keduanya menoleh bersamaan. Ke arah suara itu berasal.
Melihat siapa yg telah memanggil namanya tadi, Satya tersenyum formil. "Andara? Hai, apakabar?"
"Aku baik, kamu apakabar? Sama siapa?" tanya Andara riang.
"Sama pacar aku nih, kenalin ini Bunga. Bunga kenalin ini Andara, temanku." jawab Satya sambil memperkenalkan keduanya.
Bunga tau. Bunga tau siapa perempuan di depannya kini. Dia bukan sekedar temannya Satya saja. Bunga sangat tau kalau dia adalah mantan pacarnya. Bunga please...tenangkan dirimu, batin Bunga.
"Hai, aku Bunga."
"Andara." balas Andara sambil membalas uluran tangan Bunga.
Melihat tidak ada masalah di raut wajah Bunga (yg mana sebenarnya Satya tdk peka melihatnya), Satya pun dgn santai berbincang-bincang dgn Andara.
Dan Bunga pun tidak ingin mengganggu Satya. Dia memang pacarnya Satya, namun dia tidak pernah mau membatasi Satya berbincang dgn siapapun. Termasuk Andara, mantannya sekalipun.
"Sat, aku kesana dulu ya. Bukunya udah dibawain tuh. Gaenak kalo mbak nya nunggu," Bunga pun hendak bangkit dari tempat duduknya, "Andara aku duluan ya." lanjut Bunga sambil meninggalkan Satya dan Andara.
Andara tersenyum. "Iya, Bunga." Pandangan Andara kini beralih kepada Satya di depannya. Mereka pun melanjutkan perbincangannya.
Bunga pun sdh tdk berada dekat mereka. Namun pandangan Bunga tetap ke arah mereka berdua. Bagaimana pun, Bunga tidak mau munafik. Ia tetap merasakan rasa cemburu melihat Satya berbincang -dimana memakai "aku-kamu"- dengan mantannya.
Tidak berapa lama kemudian, Satya pun kembali bersama Bunga.
"Udah selesai ngobrolnya? Andara mana?" tanya Bunga berusaha tersenyum seperti biasa.
"Udah, dia buru-buru tuh."
Bunga pun kembali konsen memperhatikan buku yg sdg ia pegang. Namun Satya menyadari sesuatu. Satya merasa ada yg janggal.
Satya menarik lembut jemari Bunga. "Kamu gak cemburu?"
"Cemburu? Cemburu kenapa?" tanya Bunga innocent.
"Ngeliat aku ngobrol dgn Andara. Kamu tau kan dia itu mantanku?"
Bunga tersenyum lembut mendengar itu. "Buat apa? Emg aku harus cemburu ya cuma gara-gara ngeliat pacarku ngobrol dgn mantannya?"
"Ya engga sih. Tapi kan biasanya cewe gitu," Satya menatap mata Bunga dalam, "apa kamu gak sayang aku?"
Bunga melepas buku yg ada dipegangannya. Tangannya memegang kedua tangan Satya. Dan matanya menatap lurus dan dalam ke mata Satya. "Satya, jujur aku ada perasaan cemburu. Aku cemburu kok ngeliat kamu ngobrol gitu dgn mantan kamu, pake 'aku-kamu' pula. Aku ga munafik kalo aku cemburu. Tapi aku gamau terlalu nunjukkin itu,"
Bunga melanjutkan, "karna aku gamau terlihat kyk anak smp yg baru pertama kali pacaran. Aku gamau overprotective sama kamu. Aku gamau overjealous. Aku gamau buat kamu malah risih nantinya kalo aku kayak gitu."
Satya terus mendengarkan Bunga dgn saksama.
"Tapi, aku gamau terlihat cuek. Apa aku tadi keliatan cuek ya? Maaf ya Satya, aku ga bermaksud gitu. Sejujurnya aku cemburu. Tapi yg kyk aku blg tadi itu. Jadi please," Bunga meremas tangan Satya lembut, "please jgn ngira aku gak sayang kamu cuma gara-gara aku gak nunjukkin rasa cemburu aku." ucap Bunga jujur. Ia pun berharap Satya melihat dan merasakan kejujuran dari diri Bunga.
Satya pun memeluk Bunga. "Iya aku ngerti kok. Maafin aku ya, sayang. Aku tadi cuma sedikit heran aja. Abisnya kamu gak berlebihan sih cemburunya. Gak kayak cewe biasanya."
"Gak papa, Satya. Lagipula aku kan emg bukan cewe biasanya hehe. Tapi kamu harus ingat satu hal."
"Apa tuh?" tanya Satya sambil merangkul Bunga hangat, passionately.
Bunga tersenyum lembut. "Sesuatu yg berlebihan itu tidak akan pernah baik, Satya Dika Pratama..."
Satya pun hanya mengecup kening Bunga lama sebagai respon ucapan tulus Bunga tadi.
•ZFW• ♥☺
Langganan:
Postingan (Atom)