Minggu, 23 Agustus 2015

Bukan Kandidat Juara, tapi Bisa Menjegal Barca-Madrid

Analisis peta kekuatan dan peluang Valencia CF di La Liga 2015-2016

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: Okezone (21 Agustus 2015)

=======

Valencia CF (Foto: AFP)

Harus diakui, Valencia memang belum mencapai level yang dimiliki Barcelona dan Real Madrid. Meski demikian, hal tersebut bukan berarti membuat Los Che pantas dipandang remeh begitu saja.

Musim lalu bisa dikatakan merupakan perjalanan yang cukup positif untuk Valencia. Penghuni Stadion Mestalla itu akhirnya kembali mengakhiri musim di zona Liga Champions, setelah terakhir kali diraih pada musim 2011/2012.

Hasil finis di zona Liga Champions didapat berkat penampilan yang cukup baik dari Diego Alves dan rekan-rekan sepanjang musim 2014-2015. Dari 38 pertandingan, Valencia meraih 22 kemenangan, 11 hasil imbang, dan lima kekalahan.

Tidak hanya itu, poin yang Los Che dapatkan musim lalu hanya terpaut satu poin dari Atletico Madrid yang finis di posisi tiga. Hasil tersebut tentu jauh lebih baik dibanding dua musim sebelumnya.

Keberhasilan meningkatkan performa di musim 2014-2015 tak terlepas dari masuknya Nuno EspĂ­rito Santo sebagai pelatih baru. Santo mampu memberikan warna dan strategi yang jauh lebih efektif bagi Valencia.

Dua PR yang Harus Diselesaikan Valencia

Saat pramusim 2015-2016, Valencia total memainkan delapan laga sejak Juli 2015. Dari delapan laga tersebut, anak-anak asuhan Santo mampu meraih tiga kemenangan (melawan Wiener SK, Southampton, dan PSV Eindhoven), dua hasil seri (Werder Bremen dan Porto), dan tiga kekalahan (Bayern Munich, FC Koln, dan AS Roma).

Hasil pramusim tersebut memang tak cukup memuaskan, tapi jika melihat siapa lawan yang dihadapi, semua pertandingan merupakan bekal yang baik untuk meningkatkan dan memperbaiki persiapan mengarungi musim depan.

Jika melihat hasil pramusim, Valencia sepertinya masih memiliki masalah pada dua lini, yakni belakang dan depan. Lini belakang Los Che terlihat sangat masih mudah ditembus oleh tim lawan. Hal ini terlihat dari empat gol yang dilesakkan para pemain Bayern serta masing-masing tiga gol dari para pemain Koln dan AS Roma.

Catatan tersebut tentu bukan hasil yang baik untuk digunakan sebagai bekal mengarungi musim 2015-2016. Santo harus dengan segera menemukan solusi untuk menambal lini belakang tim yang keropos.

Untuk lini depan, produktivitas gol Valencia juga masih terlalu rendah. Dari delapan laga, mereka hanya mampu mencetak 10 gol (sama dengan jumlah kebobolan).

Hal ini cukup mengherankan, mengingat musim lalu Valencia mampu mencetak tiga gol atau lebih pada 15 pertandingan (dari total 38 pertandingan La Liga). Bahkan pada awal musim, Los Che mencetak tiga gol pada empat pertandingan beruntun.

Ini artinya, Valencia masih harus meningkatkan lagi daya gedor serangan timnya, apalagi ketika menghadapi tim-tim yang bermain dengan strategi bertahan. Apabila tidak segera ditingkatkan, peluang Valencia mengulang keberhasilan musim lalu akan menipis.

Target Realistis di Musim 2015-2016

Tim mana pun tentu boleh bermimpi untuk menjuarai setiap kompetisi yang diikutinya, termasuk Valencia yang boleh berharap untuk menjuarai La Liga 2015-2016. Meski demikian, jika melihat keadaan dan statistik skuad sejauh ini, target tersebut bisa dibilang tidak realistis.

Barcelona dan Real Madrid masih merupakan kandidat kuat juara musim ini, ditambah dengan Atletico Madrid yang diprediksi paling berpeluang membuat kejutan. Harus diakui, cukup berat bagi Valencia menyaingi ketiga klub tersebut.

Diberitakan Goal, Rabu 19 Agustus 2015, beberapa bursa taruhan menempatkan Valencia di posisi keempat untuk perebutan gelar juara, dengan nilai koefisien 33/1. Posisi pertama ditempati Barca (koefisien 4/6), disusul Madrid (koefisien 6/4) dan Atletico (koefisien 14/1).

Lantas, apa target yang realistis untuk Valencia? Zona Liga Champions merupakan target yang paling realistis untuk pasukan Santo.

Permanennya status Alvaro Negredo (yang dipinjam dari Manchester City musim lalu) dapat menjadi bekal bagus Valencia untuk kembali meraih zona Liga Champions musim ini. Santo diprediksi akan menjadikan Negredo sebagai andalan untuk membongkar lini pertahanan tim lawan.

Perkiraan Formasi Musim 2015-2016

Meski terdapat delapan nama baru yang terdaftar sebagai pemain resmi untuk musim 2015-2016, Valencia tidak terlalu sibuk di bursa transfer musim panas ini. Pasalnya dari delapan nama tersebut, hanya dua pemain yang benar-benar baru berada di Stadion Mestalla.

Dua pemain itu adalah Santi Mina (sayap kanan) yang didatangkan dari Celta Vigo dan Mathew Ryan (kiper) yang didatangkan dari Club Brugge. Sedangkan enam pemain lainnya merupakan pemain lama yang musim lalu masih berstatus pinjaman dalam tim Valencia.

Ini artinya, Santo tidak akan melakukan perubahan terlalu banyak pada strategi dan pola permainan musim ini. Beberapa pandit sepakbola memprediksi Santo masih akan menggunakan formasi 4-3-3, seperti yang diterapkan sepanjang musim 2014-2015 dan pramusim 2015-2016.

Posisi kiper diyakini masih akan menjadi miliki Diego Alves. Meski telah mempermanenkan status Yoel Rodriguez dan mendatangkan Mathew Ryan, Alves sepertinya belum tergeser dari posisinya.

Akan tetapi, mengingat Alves saat ini tengah mengalami cedera dan diperkirakan baru bisa kembali pada Januari 2016, posisi kiper diprediksi akan diberikan kepada Rodriguez atau kiper pelapis Jaume Domenech. Pasalnya saat pramusim, Rodriguez dan Domenech kerap masih bergantian memperkuat tim.

Lini belakang dipercaya akan ditempati oleh Antonio Barragan, Shkodran Mustafi dan Jose Luis Gaya. Meski demikian posisi Gaya diyakini masih belum aman, karena rotasi mungkin saja dilakukan Santo, mengingat keberadaan Joao Cancelo yang baru dipermanenkan dari Benfica.

Untuk lini tengah, kapten Dani Parejo diprediksi masih akan menjadi andalan bersama Javi Fuego dan Andre Gomes. Konsistensi permainan yang ditampilkan ketiganya musim lalu dinilai membuat Santo belum berniat merotasi komposisi lini tengah timnya.

Sedangkan untuk lini depan, Pablo Piatti dan Rodrigo diyakini akan mengisi posisi sayap kiri dan sayap kanan. Hanya saja untuk penyerang tengah, Paco Alcacer diprediksi akan bersaing dengan Alvaro Negredo untuk tempat reguler di starting line up.

Perkiraan formasi Valencia musim 2015-2016 (4-3-3):
Alves; Antonio Barragan, Shkodran Mustafi, Joao Cancelo, Jose Luis Gaya; Dani Parejo, Javi Fuego, Andre Gomes; Rodrigo, Alvaro Negredo, Pablo Piatti.

Menanti Aksi "Sang Perusuh" La Liga

Analisis peta kekuatan dan peluang Atletico Madrid di La Liga 2015-2016

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: Okezone (21 Agustus 2015)

=======

Atletico Madrid (Foto: Getty Images)

Sempat tampil gemilang pada musim 2013-2014, sinar Atletico Madrid sedikit meredup pada musim 2014-2015. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat banyak orang lantas melupakan Atletico dari peta persaingan La Liga musim 2015-2016.

Tak sedikit pihak yang memprediksi Atletico dapat kembali menjadi ancaman untuk “membuat rusuh” dominasi Barcelona dan Real Madrid di La Liga musim ini. Hasil positif yang didapat pasukan Diego Simeone dalam pertandingan-pertandingan pramusim diyakini dapat menjadi bekal yang baik untuk mengarungi kompetisi 2015-2016.

Atletico menjalani sembilan pertandingan persahabatan sejak Juli 2015. Dari sembilan laga, Los Rojiblancos mampu meraih lima kemenangan (melawan CD Numancia, Real Oviedo, Shanghai SIPG, Real Sociedad, dan Real Betis), tiga hasil imbang (Sagan Tosu, CD Guadalajara, dan Cadiz CF), dan satu kekalahan (Leganes).

Hasil yang positif tersebut dibarengi dengan selisih gol yang juga memuaskan. Dari sembilan laga tersebut, Raul Garcia dan kawan-kawan mampu menceploskan 13 gol dan hanya kemasukan dua gol! Pujian pantas diberikan untuk lini belakang Atletico.

Meski demikian, hasil di atas tidak bisa dijadikan tolok ukur sepenuhnya. Pasalnya di atas kertas, lawan-lawan yang dihadapi memiliki level yang lebih rendah dari Los Rojiblancos. Belum lagi bila dibandingkan dengan level Barca dan Madrid, lawan terberat di La Liga.

Peningkatan performa tentu sangat dibutuhkan Atletico agar benar-benar bisa tampil kompetitif sepanjang musim ini. Untuk mewujudkan hal tersebut, Simeone dinilai harus bisa memaksimalkan kekuatan dan membangun mental pemenang dalam skuadnya.

Tapi bagaimana pun, Atletico masih dianggap sebagai tim ketiga yang paling berpotensi menjuarai La Liga musim ini. Dibandingkan dengan tim-tim lain, pasukan yang bermarkas di Stadion Vicente Calderon itu diyakini memiliki peluang paling besar untuk merusak dominasi El Barca dan El Real, layaknya yang terjadi pada musim 2013-2014.

Sosok yang Patut Ditunggu di Musim 2015-2016

Pada bursa transfer musim panas ini, Atletico memang kehilangan beberapa pemain yang menjadi andalan di musim lalu, seperti Arda Turan, Mario Mandzukic, dan Mario Suarez. Meski demikian, hal tersebut tidak lantas membuat Simeone kehilangan para jagoannya.

Antoine Griezmann diprediksi akan menjadi salah satu pemain kunci dan andalan Simeone dalam mengarungi kompetisi musim 2015-2016. Perfoma impresif Griezmann sepanjang musim lalu dan selama pramusim adalah alasannya.

Betapa tidak, musim lalu pesepakbola 24 tahun itu mampu mencetak 25 gol dari 54 penampilan di semua kompetisi. Lalu saat pramusim, ia menjadikan dirinya top skor dengan mencetak empat gol dari total 13 gol yang dibuat Los Rojiblancos.

Selain Griezmann, nama Fernando Torres juga akan menjadi sosok yang membantu kesuksesan Atletico musim ini. Meski musim lalu hanya mampu mencetak enam gol di semua kompetisi, namun Torres dinilai sudah mengalami peningkatan selama pramusim.

Dalam pertandingan pramusim, mantan pemain Liverpool itu mencetak dua gol, kedua tertinggi setelah Griezmann. Keyakinan akan potensi Torres dan Griezmann pun diperjelas oleh pernyataan gelandang Atletico, Tiago Mendes.

“Antoine Griezmann dan Fernando Torres semakin percaya diri. Mereka lebih responsif. Kami memiliki banyak penyerang berkualitas. Kami percaya mereka bisa mencetak banyak gol lagi musim ini,” tutur Mendes, seperti dimuat Football Espana.

Selain Griezmann dan Torres, jangan lupakan juga nama Jackson Martinez yang sempat menjadi properti panas di bursa transfer musim panas ini. Banyak yang memprediksi Martinez akan membawa kesuksesan yang pernah diraihnya selama tiga musim di Porto.

Sebagaimana diketahui, Martinez mampu mengoleksi 92 gol dari 132 penampilan di semua kompetisi yang dijalani di Porto selama tiga musim. Prestasi tersebut tentu menjadi bekal yang baik untuk bersaing dengan nama-nama penyerang papan atas La Liga yakni Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, Luis Suarez, Neymar, dan Gareth Bale.

Melihat kekuatan dan bekal yang dimiliki Griezmann, Torres, dan Martinez, Atletico berpotensi menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol yang tinggi di musim ini. Hal tersebut tentu akan sempurna untuk keseluruhan tim apabila dibarengi dengan performa yang memuaskan dari lini pertahanan, seperti yang sudah ditunjukkan dalam pertandingan pramusim.

Perkiraan Formasi Musim 2015-2016

Simeone diprediksi tidak akan mengubah pola dan gaya permainan untuk mengarungi kompetisi musim 2015-2016. Hal tersebut telah ditunjukkan pelatih 45 tahun itu saat berlaga pada sembilan pertandingan pramusim yang dijalaninya.

Atletico masih menampilkan permainan cepat dan pressing tinggi kepada siapa pun lawannya. Strategi tersebut dimaksimalkan dengan menggunakan pola 4-4-2 masih menjadi andalan Simeone dalam setiap pertandingan pramusim.

Sebagaimana diketahui, pola 4-4-2 bisa dikatakan memang menjadi andalan Simeone selama melatih Los Rojiblancos. Pilihannya terbukti tepat, menyorot performa memuaskan yang ditampilkan Atletico, khususnya saat mampu menjuarai La Liga dan menjadi runner-up Liga Champions pada musim 2013-2014.

Jan Oblak diprediksi akan menjadi andalan utama di bawah mistar gawang. Performa impresif musim lalu berhasil ditunjukkannya kembali selama pramusim. Dari sembilan pertandingan pramusim, Oblak berhasil menjaga gawang tetap perawan dalam empat laga.

Di lini pertahanan, Juanfran dan Jose Maria Gimenez diyakini masih akan menjadi andalan Simeone. Melihat dari line up yang diturunkan selama pramusim, posisi reguler Juanfran dan Gimenez sepertinya akan ditemani oleh pilar anyar Atletico, Stefan Savic dan Filipe Luis yang kembali dari Chelsea.

Meski demikian, posisi Savic dan Luis masih mungkin dirotasi oleh Simeone, karena masih ada keberadaan Diego Godin dan Guilherme Siqueira yang kerap menjadi andalan pelatih asal Argentina itu di musim lalu.

Untuk lini tengah, sepertinya komposisi tidak akan terlalu berbeda dengan musim lalu yakni Raul Garcia, Gabi, Tiago, dan Koke. Meski demikian, tak menutup kemungkinan satu tempat menjadi milik Oliver Torres yang tampil cukup baik selama pramusim.

Sedangkan untuk dua ujung tombak di lini depan, diprediksi akan menjadi miliki Griezmann dan Martinez. Banyak pihak meyakini Simeone akan lebih memilih Martinez ketimbang Torres, menyorot potensial performa di antara keduanya.

Perkiraan formasi Atletico Madrid musim 2015-2016 (4-4-2):
Jan Oblak; Juanfran, Jose Maria Gimenez, Stefan Savic, Filipe Luis; Raul Garcia, Gabi, Tiago, Koke; Antoine Griezmann, Jackson Martinez.

Pelatih Premier League yang Senang "Berjudi" (2-Habis)

Analisis peta kekuatan dan peluang Liverpool FC di Premier League 2015-2016

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: Okezone (06 Agustus 2015)

=======

Liverpool 2015-2016 (Foto: AFP)

Kompetisi Premier League musim 2015-2016 telah dimulai Sabtu 8 Agustus 2015 malam WIB. Pada pertandingan tersebut, untuk pertama kalinya Kopites menyaksikan tim kesayangannya tanpa kehadiran sang pemain legendaris, Steven Gerrard.

Keputusan Gerrard meninggalkan Anfield untuk hijrah ke LA Galaxy meninggalkan emosi yang mendalam bagi pemain, pelatih, staf dan pendukung Liverpool. Tak sedikit yang mempertanyakan, seperti apa jadinya Si Merah tanpa kehadiran sang kapten Stevie G.

Pelatih Brendan Rodgers harus bisa membawa The Reds lepas dari bayang-bayang seorang Gerrard. Meski Rodgers sebelumnya memang sudah cukup sering menggantinya dengan pemain lain, tapi saat itu Liverpool masih memiliki Gerrard yang bisa membuat perubahan dengan kepemimpinan dan karismanya.

Usai kepergiannya, Rodgers sepenuhnya akan memberikan posisinya untuk pemain muda, seperti Emre Can, Adam Lallana, Joe Allen, Jordan Hendeson, serta para pemain baru Liverpool yakni Roberto Firmino dan James Milner. Lantas, apakah mereka bisa menggantikan peran seorang Stevie G?

Bila melihat hasil pertandingan pramusim 2015-2016, The Reds menunjukkan tanda-tanda yang cukup positif. Dari lima pertandingan yang dijalani, The Anfield Gank hanya satu kali seri dan sisanya meraih kemenangan.

Tidak hanya soal kemenangan, performa Liverpool juga cukup meyakinkan. Para pilar anyar yang dibeli di bursa transfer musim panas ini mau pun yang dipulangkan Rodgers dari masa pinjaman, tampil cukup agresif. James Milner dan Nathaniel Clyne adalah dua pemain baru yang sudah cukup menonjol untuk Liverpool. Selain kedua nama itu, Divock Origi yang baru saja selesai menjalani peminjaman musim lalu, juga mampu tampil impresif.

“Saya puas dengan performa sejauh ini. Tim sudah mengalami peningkatan dan permainan kami sudah lebih baik. Kami siap untuk musim baru dan fokus menghadapi Stoke City,” papar pelatih 42 tahun itu, melansir situs resmi Liverpool.

Apa yang disampaikan Rodgers dapat memberikan suntikan semangat dan keyakinan bagi para pendukung Liverpool untuk memulai musim 2015-2016. Harus diakui, jika melihat performa Merseyside Merah saat pramusim, Kopites boleh sedikit bernapas lega dan menatap musim dengan cukup optimis.

Masalahnya sekarang adalah, lawan-lawan saat pramusim hanya merupakan tim yang di atas kertas berada di bawah kualitas Liverpool. Lantas, apakah itu sudah bisa menjadi tolok ukur kemampuan The Reds sesungguhnya?

Menunggu Hasil Perjudian Rodgers untuk Liverpool

Danny Ings, James Milner, Adam Bogdan, Joe Gomez, Nathaniel Clyne, Roberto Firmino, dan Christian Benteke adalah bentuk perjudian Rodgers untuk Liverpool di bursa transfer musim panas 2015-2016. Dengan biaya yang tak sedikit, Rodgers diharap bisa membuktikan perjudiannya tidak berakhir mengecewakan.

Kopites tentu masih ingat dengan sejumlah pemain yang gagal bersinar di Anfield, seperti di antaranya Andy Carroll, Rickie Lambert, Fabio Borini, dan Mario Balotelli. Ings, Milner, Bogdan, Gomez, Clyne, Firmino, dan Benteke diharap tidak mengulangi hal serupa.

Sejauh ini, baru Milner, Ings, Gomez, dan Clyne saja yang menunjukkan kapasitasnya di pertandingan pramusim Liverpool. Selain keempat nama itu, ada Divock Origi yang sudah memperkuat The Reds setelah kembali pulang dari masa peminjaman di Lille.

Milner sejauh ini tampil sesuai ekspektasi. Pesepakbola 29 tahun itu memberikan performa yang cukup impresif dengan dua gol. Ia tak pernah absen dari lima pertandingan pramusim Liverpool. Origi juga tampil dengan cukup mengesankan dengan mencetak dua gol. Dengan usia yang masih 20 tahun, banyak yang menilai Origi bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Raheem Sterling. Clyne menjadi pemain selanjutnya yang tampil cukup baik saat pramusim. Performa memuaskan saat melawan Brisbane Roar membuat Rodgers mempercayakan posisi starting line up di tiga pertandingan pramusim selanjutnya.

Firmino dan Benteke merupakan dua pemain yang paling ditunggu-tunggu penampilannya oleh fans Liverpool. Sayang, keduanya belum bisa diikutsertakan dalam pertandingan pramusim The Reds beberapa waktu lalu. Wajar jika Kopites menaruh ekspektasi cukup tinggi pada Firmino dan Benteke. Melihat performa musim-musim sebelumnya, kedua pemain itu tampil impresif bersama klub masing-masing.

Dua musim terakhir ibarat puncak kesuksesan Firmino bersama Hoffenheim. Di dua musim itu, ia selalu menjadi pemain yang diandalkan di starting line up dan kepercayaan itu dibayarnya dengan 32 gol dari 73 penampilan di semua kompetisi untuk Die Kraichgauer. Sedangkan Benteke selalu menjadi andalan Aston Villa sejak musim pertamanya. Ia selalu mencetak di atas 10 gol setiap musimnya. Tiga musim bersama Villa, ia mencetak 49 gol dari 100 penampilan di semua kompetisi.

Dari rekaman catatan performa tersebut, Firmino dan Benteke memang menjanjikan produktivitas gol yang cukup baik untuk Liverpool. Apalagi, minimnya produktivitas gol memang menjadi masalah Merseyside Merah sepanjang musim lalu.

Tapi bagaimanapun, terlepas dari kualitas masing-masing pemain, Rodgers sebagai pelatih harus bisa memanfaatkan dan mengembangkan para pemain baru dengan maksimal. Jangan sampai kurang tepatnya skema permainan yang diterapkan membuat para pemain gagal bersinar.

Rodgers sepertinya masih mencari skema dan formasi dasar yang tepat dan cocok untuk para pemainnya. Dari lima pertandingan pramusim kemarin, pelatih asal Irlandia Utara itu menerapkan formasi yang berbeda-beda, seperti 4-2-2, 4-3-3, dan 4-2-2 diamond.

Habis

Kemampuan Liverpool Juara Premier League 2015-2016 (1)

Analisis peta kekuatan dan peluang Liverpool FC di Premier League 2015-2016

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: Okezone (06 Agustus 2015)

=======

(Foto: AFP/Pornchai Kittiwongsakul)
Liverpool 2015-2016 (Foto: AFP)

Sudah 25 tahun Liverpool tak merasakan gelar juara Liga Inggris. Rekor 18 kali juara yang sempat dibanggakan kini sudah tak mungkin lagi dilakukan, karena prestasi tersebut sudah dilewati sang rival utama, Manchester United yang memenangkan 20 trofi Premier League.

Setiap awal musim, Kopites -sebutan fans Liverpool- optimistis The Anfield Gank bisa mengakhiri musim dengan gelar Liga Inggris ke-19. Meski pada akhirnya hanya mendapat kekecewaan, Kopites tak pernah lelah berharap dan optimis. Begitu juga dengan musim ini. Kopites tetap optimis Si Merah mempunyai peluang mengakhiri puasa gelar Liga Inggris. Namun pertanyaannya sekarang adalah, apakah Liverpool benar-benar memiliki kemampuan untuk mendapatkan gelar ke-19 di akhir musim 2015-2016?

Apabila menyorot performa tiga musim ke belakang, Liverpool belum memiliki tanda yang benar-benar meyakinkan untuk menjadi juara musim ini. Betapa tidak, The Reds kerap tampil naik turun, yang bahkan hal itu tergambar jelas di klasemen akhir musim.

Finis ketujuh di klasemen akhir musim 2012-2013, Merseyside Merah dengan luar biasanya mampu membuat kejutan di musim 2013-2014 dengan finis di posisi dua setelah sempat menghadapi persaingan sengit menuju gelar juara dengan Manchester City. Digadang-gadang dapat mengulang prestasi tersebut, The Reds malah tampil mengecewakan di musim 2014-2015 hingga hanya mampu finis di posisi enam klasemen akhir musim.

Meski begitu, Liverpool tetap dianggap sebagai salah satu penantang juara di musim 2015-2016. Sayangnya, tak sedikit pihak yang juga memprediksi Liverpool masih akan mengalami performa yang naik turun musim ini, mengingat cukup banyak pemain baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Masalah minimnya produktivitas tim di musim lalu mungkin saja masih bisa terjadi musim ini. Meski sudah mendatangkan Christian Benteke dan Roberto Firmino, Merseyside Merah dianggap masih kekurangan amunisi di lini depan. Rodgers saat ini masih berupaya mendatangkan striker lain yakni Alexandre Lacazette. Liverpool juga harus ekstra hati-hati dengan permasalahan lubang di lini belakang, seperti yang dialami musim lalu. Duet Skrtel dan Lovren sebagai bek tengah kerap kali mudah ditembus oleh tim lawan yang melakukan serangan.

Satu lagi masalah cukup besar yang dimiliki para pemain Liverpool yakni mental. The Anfield Gank harus memiliki mental juara agar bisa kompetitif hingga akhir musim. Jangan sampai kejadian gagal juara di musim 2013-2014 atau kejadian hilangnya peluang finis empat besar di musim 2014-2015, terulang kembali di pekan-pekan terakhir musim 2015-2016. Jika semua permasalahan bisa diatasi dengan baik, Liverpool tentu memiliki peluang untuk menjadi juara.

Namun apabila berpikir realistis, juara sepertinya masih cukup jauh diraih. Jangan lupakan Chelsea, Manchester City, Manchester United, dan Arsenal yang juga berusaha mengatasi kekurangan musim lalu. Karena itu, akan lebih baik apabila Liverpool fokus untuk kembali berada di empat besar. Jika ingin posisi yang lebih tinggi, tiga besar menjadi hal yang lebih realistis dibanding posisi puncak. Ini adalah tahun keempat Rodgers di Anfield. Pelatih asal Irlandia Utara itu tentu tahu harus berusaha memberikan yang maksimal jika ingin kariernya berlanjut di Anfield pada musim mendatang.

Perkiraan Formasi Liverpool di Musim 2015-2016

Rodgers merupakan salah satu pelatih yang suka berganti skema dan formasi saat timnya menghadapi lawan yang berbeda-beda. Akan tetapi, ada dua formasi yang cukup sering digunakannya, yang diyakini sebagai formasi dasar Liverpool.

Selama tiga musim melatih The Reds, Rodgers sudah pernah menerapkan formasi 4-3-3, 4-1-4-1, 4-4-2, 4-4-2 diamond, dan 3-5-2. Dari kelima tipe formasi tersebut, 3-5-2 dan 4-4-2 diamond merupakan formasi yang cukup sering digunakan pelatih 42 tahun itu, khususnya di paruh musim kedua 2014-2015.

Formasi 3-5-2 diterapkan Rodgers saat mulai memasukkan Emre Can, yang notabene merupakan gelandang di lini pertahanan. Dengan memadatkan lini tengah serta membiarkan Adam Lallana dan Raheem Sterling memimpin di lini depan, formasi tersebut cukup efektif, walau membuat gawang Liverpool kebobolan cukup banyak.

Tetapi melihat formasi pada lima pertandingan pramusim, sepertinya formasi 3-5-2 tidak lagi menjadi pilihan utama Rodgers. Meski dalam lima pertandingan tersebut terdapat tiga formasi berbeda (4-4-2, 4-3-3, dan 4-4-2 diamond), formasi 4-4-2 diamond merupakan yang paling banyak digunakan yakni pada tiga pertandingan terakhir saat melawan Adelaide United, Malaysia XI, dan HJK Helsinki.

Bila melihat nama-nama dalam skuad Liverpool saat ini, formasi 4-4-2 diamond akan menjadi formasi dasar yang paling ideal. Pasalnya, formasi ini sudah sering digunakan Rodgers dan memberikan hasil yang memuaskan di musim lalu.

Posisi kiper kemungkinan masih akan menjadi milik Simon Mignolet. Untuk di barisan pertahanan, posisi bek tengah sepertinya akan menjadi milik Martin Skrtel dan Dejan Lovren. Posisi Lovren masih belum aman, mengingat penampilannya yang fluktuatif musim lalu. Mamadou Sakho pun menjadi pemain alternatif yang bisa saja menggantikan Lovren sebagai partner Skrtel.

Untuk bek kanan sepertinya akan menjadi milik Nathaniel Clyne yang memang dibeli untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Glen Johnson. Sedangkan posisi bek kiri tetap akan menjadi milik Alberto Moreno yang tampil cukup konsisten dan agresif musim lalu. Di lini tengah, posisi gelandang bertahan sepertinya akan menjadi milik sang kapten, Jordan Henderson, dengan Lucas Leiva, Joe Allen, dan Emre Can sebagai pemain alternatif. Posisi tiga pemain di depan kemungkinan akan diisi oleh Philippe Coutinho di sisi kiri, Adam Lallana di tengah, dan James Milner di sisi kanan. Skill dan kemampuan yang bisa bermain di segala sisi dipastikan akan membuat pergerakan yang fleksibel di antara Coutinho, Lallana, dan Milner.

Selain Coutinho, Lallana, dan Milner, ada Henderson dan Roberto Firmino yang bisa menjadi alternatif. Firmino bisa ditempatkan di sisi kiri, sedangkan Henderson di sisi kanan. Dua posisi terdepan kemungkinan besar akan menjadi milik Daniel Sturridge dan Christian Benteke. Jika benar-benar sembuh total dari cederanya, Sturridge diyakini masih akan menjadi pilihan utama Rodgers.

Penempatan Benteke masih bisa diganti dengan menarik Firmino ke lini depan, untuk menjadi tandem Sturridge. Pasalnya, diperlukan pembuktian lebih lanjut dari Benteke untuk bisa mengunci posisi reguler dalam skuad The Anfield Gank.

Saat formasi 4-4-2 diamond diterapkan musim lalu, Sterling dan Coutinho merupakan pemain yang menjadi kunci dan diandalkan Rodgers. Lantas untuk musim ini, siapakah pemain yang akan menjadi kunci dalam skema permainan Merseyside Merah?

Dua Pemain Kunci Liverpool di Musim 2015-2016

Dalam menjalani kompetisi musim 2014-2015, Liverpool memiliki dua nama pemain yang berperan sebagai pemain kunci, yaitu Philippe Coutinho dan Raheem Sterling. Namun mengingat kini Sterling sudah tidak lagi di Anfield, siapakah yang akan menggantikan peran pemain kunci tersebut?

Coutinho dan Sterling berperan besar membawa Liverpool ke peringkat enam klasemen akhir Premier League 2014-2015. Sebagai dua pemain yang paling menonjol, mereka mampu membawa The Reds merangsek ke enam besar, usai sempat tercecer di luar 10 besar. Coutinho diyakini masih akan menjadi pemain kunci yang akan dipercaya pelatih Brendan Rodgers untuk mengatur jalannya permainan dan alur serangan Si Merah. Dengan skill yang dimiliki, tak heran memang mengapa pesepakbola internasional Brasil itu pantas diandalkan.

Tak jarang Coutinho membuat perbedaan dengan mencetak gol tunggal yang membuat Liverpool meraih tiga poin di kandang atau pun saat tandang. Tak jarang pula mantan pemain Inter Milan itu memberikan assist dan memblok umpan lawan yang ingin menembus wilayah pertahanan Merseyside Merah. Pergerakan, kemampuan dribel dan mengolah bola, kecepatan, serta akurasi umpan dan tendangan yang dimiliki Coutinho memang luar biasa. Meski tubuhnya tidak terlalu tinggi, ia bergerak lincah menyisir setiap wilayah pertahanan tim lawan.

Jika Coutinho memiliki Sterling sebagai tandem pemain kunci di musim 2014-2015, kini hal itu dipastikan takkan terjadi lagi. Kepergian Sterling ke Manchester City membuat Rodgers harus mencari tandem pemain kunci baru untuk menemani Coutinho. James Milner diprediksi dapat menjadi pemain kunci lainnya bagi Liverpool. Dengan pengalaman yang dimiliki, Milner diyakini dapat membantu The Reds tampil lebih baik dan menjaga untuk terus kompetitif sepanjang musim 2015-2016.

Selama memperkuat Manchester City dalam empat setengah musim, Milner kerap tampil impresif. Meski jumlah catatan golnya tidak terlalu tinggi, namun kontribusinya tetap terlihat melalui performa dan sumbangan assist untuk rekan-rekan timnya.

Pemain legendaris Liverpool, Steven Gerrard, pernah menyebut Milner sebagai pemain bermental juara yang selalu lapar dengan gelar. Kedatangan pilar Tim Nasional (Timnas) Inggris itu disebut Gerrard sangat sesuai dengan kebutuhan Si Merah saat ini.

Kopites tentu berharap Coutinho dan Milner dapat memberikan perbedaan yang membawa Liverpool kembali meraih kejayaan. Dengan dibantu pemain-pemain lain, seperti Jordan Henderson, Daniel Sturridge, Adam Lallana, Martin Skrtel, dan yang lainnya, hal tersebut bukan hal yang mustahil diwujudkan.

Namun yang jadi pertanyaan saat ini, seberapa besar peluang Liverpool untuk kembali meraih kejayaan? Seberapa besar peluang Liverpool mengakhiri puasa gelar Liga Inggris yang telah berjalan selama 25 tahun? Apakah The Reds akan mendapatkan gelar Liga Inggris ke-19 di tahun keempat Rodgers melatih di Anfield?

Bersambung

Kamis, 26 Februari 2015

Kenakan Jaket Saat Berlari Tidak Disarankan, Ini Bahayanya

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: detikHealth (08 Mei 2014)

========

Lari seakan sudah merupakan salah satu olahraga yang menjadi tren saat ini. Tidak hanya mengenai larinya saja, style untuk berlari bahkan juga bisa dikatakan sedang berada dalam masa trennya di kalangan anak muda. Salah satu style untuk berlari yang saat ini sedang banyak diikuti oleh anak-anak muda adalah dengan menggunakan jaket. Bolehkah lari dengan memakai jaket?

Hal ini diungkapkan oleh dr Hario Tilarso, SpKO, FACSM, dokter spesialis kedokteran olahraga. Menurut dr Hario, penggunaan jaket saat berlari akan menghambat penguapan keringat yang dikeluarkan oleh tubuh pada saat berlari. Padahal penguapan keringat sangat penting untuk terjadi ketika melakukan aktivitas fisik atau pun olahraga, seperti berlari.

"Kalau berlari, berlaku juga pada semua jenis olahraga, gunakan pakaian yang bahannya tidak tebal. Jangan menggunakan bahan wool apalagi jaket. Pakailah bahan yang bisa membantu memudahkan penguapan keringat yang keluar saat berlari. Karena harus diperhatikan bahwa keringat yang keluar itu harus diuapkan," ungkap dr Hario kepada detikHealth saat ditemui pada acara Press Conference Pocari Sweat Run Jakarta 2014 yang diadakan di The Only One Club, fX Lifestyle X'nter, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (8/5/2014).

dr Hario menjelaskan bahwa proses penguapan keringat yang terjadi memang merupakan hal yang penting dan normal untuk tubuh ketika berolahraga. Hal ini disebabkan karena penguapan tersebut akan membantu mendinginkan suhu badan kita yang akan semakin memanas saat kita berolahraga. "Jika tidak ada penguapan, orang bisa terserang cedera. Namanya itu heat injuries," terang dokter yang berpraktik di RS Premier Bintaro ini.

Menurut dr Hario, heat injuries adalah salah satu cedera yang terjadi di dalam tubuh manusia yang disebabkan akibat panas di dalam tubuh. Heat injuries ini akan membuat seseorang pingsan ketika mengalaminya, dan bahkan bisa berakibat fatal, seperti kematian. dr Hario menuturkan bahwa ada beberapa kasus pada orang-orang yang saat berolahraga, tidak terjadi penguapan keringat di tubuh mereka sehingga menyebabkan mereka terkena heat injuries, dan berakhir pada kematian.

"Makanya, jangan deh pakai jaket saat berlari. Kalau ada orang berlari dengan menggunakan jaket dengan alasan ingin menurunkan berat badannya, di siang hari pula, itu tidak benar ya," pesan dr Hario.

Perhatikan 5 Hal Ini Agar Tetap Sehat Saat Traveling

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: detikHealth (23 April 2014)

========

Kemudahan akses, menjamurnya penawaran paket perjalanan yang terjangkau, serta semakin mudahnya pengajuan izin untuk mengunjungi suatu negara, mempengaruhi peningkatan kunjungan wisata warga negara Indonesia (WNI) ke luar negeri. Namun ingat, jangan asal traveling, sebab risiko terkena penyakit tertentu ada kalanya menghantui.

Ada beberapa hal yang dilakukan agar perjalanan kita ke luar negeri menjadi aman dan juga sehat. Hal ini penting untuk diperhatikan, mengingat berpergian ke luar negeri dapat memberikan risiko tertularnya penyakit-penyakit yang mematikan. Berikut ini adalah 5 hal yang harus dipersiapkan agar dapat bepergian ke luar negeri dengan sehat:

1. Cari Tahu Penyakit yang Mewabah di Negara Tujuan

"Yang pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencari tahu lebih dalam mengenai negara yang ingin kita kunjungi. Ketahui apa saja wabah-wabah penyakit yang sedang terjadi di negara tersebut," tutur Trinity, seorang blogger dan travel writer yang dikenal melalui bukunya Naked Traveller, kepada detikHealth saat ditemui pada Peluncuran Kampanye SEHATi Lindungi 'Berwisata dan Belajar dengan Sehat dan Aman di Luar Negeri' yang diselenggarakan di The Only One Club, fX Mall, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (23/4/2014)

Trinity yang sudah mengunjungi lebih dari 60 negara di dunia menyatakan bahwa risiko tertular penyakit dari negara-negara yang dikunjungi akan selalu ada. Hal ini disebabkan karena mudahnya penularan yang terjadi pada beberapa penyakit, seperti meningitis, flu, hepatitis A, dan typhoid. Dengan mengetahui wabah apa yang sedang terjadi di negara tujuan, maka kita dapat mempersiapkan diri untuk melakukan hal-hal sebagai upaya dalam mencegah tertular penyakit tersebut.

2. Vaksinasi

Setelah mengetahui apa jenis wabah yang sedang terjadi di negara tujuan, yang dapat dilakukan berikutnya adalah upaya pencegahan. Vaksinasi yang dilakukan untuk penyakit-penyakit seperti meningitis, flu, typhoid, dan hepatitis A kini sudah bisa dilakukan di Indonesia. Dengan melakukan vaksinasi, maka hal itu merupakan salah satu upaya lainnya dalam memproteksi diri kita.

"Pencegahan bisa dilakukan melalui vaksinasi. Penting sekali vaksinasi ini untuk dilakukan. Banyak anak muda yang ke luar negeri, terutama backpacker gitu ya, kan tinggalnya di dorm. Nah penyebaran penyakit akan semakin mudah terjadi,. Misalnya hanya karena bertukar sisirlah," ujar Trinity.

3. Sedia Vitamin dan Obat-obatan

Menurut Trinity, ketahanan tubuh juga menjadi modal utama untuk menjadikan kita berpergian dengan enjoy dan sehat. Trinity mengaku bahwa ia selalu menyediakan vitamin dan obat-obatan yang ia bawa dari rumah. Hal ini diperlukan agar menjadikan daya tahan tubuh tetap kuat selama berpergian dan tidak menganggu wisata kita.

"Vitamin yang paling penting yang saya bawa adalah vitamin C, karena itu kan penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh kan. Dan saya juga biasa membawa obat-obatan dari rumah yang mampu mengobati penyakit-penyakit, seperti flu salah satunya," terangnya.

4. 'Bekali' dengan Asuransi Perjalanan

Asuransi perjalanan kerap kali dianggap enteng oleh para warga negara Indonesia yang hanya ingin berpergian ke luar negeri dalam waktu yang singkat. Padahal menurut Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM dari Divisi Alergi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, asuransi perjalanan adalah hal yang penting sekali untuk dipersiapkan.

"Selama ini banyak yang menganggap enteng asuransi perjalanan, padahal hal itu penting sekali. Asuransi perjalanan akan membantu memproteksi diri kita selama melakukan perjalanan," ujar dr Iris.

5. Minta Bantuan pada Orang dari Negara yang Sama

Jika kita memang harus terjatuh sakit di negara yang kita kunjungi, Trinity menyarankan untuk mencoba mencari bantuan dari orang yang asal negaranya sama seperti kita. Hal ini dikarenakan kesulitan berbahasa yang kerap kali menjadi masalah selama berada di luar negeri, mengingat ada beberapa negara yang tidak menjadikan Bahasa Inggris, selaku bahas internasional, sebagai bahasa yang 'diizinkan' untuk dipakai sehari-hari di negara tersebut.

"Cari bantuan dari orang yang asal negaranya sama seperti kita. Karena hal itu tentu saja akan memudahkan kita mendapat pertolongan. Biasanya sih saya begitu," tutur Trinity.

Beberapa Orang Muda Malah Meninggal Usai Olahraga, Apa Sebabnya?

Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: detikHealth (02 April 2014)

========

Usia belum lagi 45 tahun, yang artinya masih dalam kategori usia produktif, tidak merokok, dan hobi olahraga, namun malah meninggal pada saat atau usia olahraga. Apa penyebabnya?

"Pengertian 'muda' yang disepakati untuk dunia olahraga adalah kelompok atlet usia di bawah 35 tahun. Statistik di Amerika menunjukkan kejadian 1 di antara 15.000 pelari joging dan 1 di antara 50.000 pelari maraton. Pada populasi ini di kepustakaan disebutkan bahwa penyebab kematian mendadak pada kelompok atlet ini adalah segi struktur anatomis jantung atau gangguan irama, baik sebagai kondisi bawaan, keturunan, infeksi atau radang," papar dr Kasim Rasjidi, SpPD-KKV, DTM&H, MCTM, MHA, SpJP, LMPNLP, ELT, CCH.

Dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (2/4/2014), dokter yang berpraktik di RS Asri Jakarta, mengatakan pada populasi umum, penyebab yang mendasari hal ini sama dengan faktor risiko ketidaknyamanan kardiovaskular lainnya. Dia juga mengingatkan soal rokok yang pernah dikonsumsi yang bersangkutan di masa lalu.

"Dari pengalaman saya di bidang intervensi jantung dan pembuluh darah lain seperti otak dan tungkai, pola penyempitan pembuluh akibat rokok dan diabetes lebih rumit dan sulit ditangani. Ada asumsi ahli bahwa atlet pria lebih semangat dalam berolahraga sementara kondisi hormonal yang belum menopause pada atlet wanita melindunginya dari faktor kematian akibat kardiovaskular," tutur dr Kasim.

Penyumbatan pembuluh darah jantung akan menyebabkan terputusnya asupan nutrisi dan oksigen ke area jantung teritori sehingga tidak dapat memompa dengan efisien. Gangguan irama yang fatal menyebabkan jantung tidak dapat memompa dengan efisien, sehingga hasil akhirnya adalah terputusnya asupan ke area yang seharusnya mendapatkan oksigen, yang mana efek kritisnya adalah otak.

"Organ sebesar 2 kepal tangan kita adalah kolaborasi 1 triliun sel yang perlu energi 20-40 persen dari total energi yang kita perlukan dan harus terjaga kontinuitasnya," ucap dr Kasim.

Dihubungi terpisah, Prof Dr dr Budhi Setianto, SpJP, FIHA dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, mengatakan bila ada atlet yang meninggal mendadak akibat sakit jantung maka perlu dilihat usianya. Jika umurnya di atas 35 tahun kemungkinan diakibatkan serangan jantung di usia muda.

"Hati-hati ya, karena serangan jantung di usia muda ini lalu meninggal atau stroke misalnya, hal tersebut bisa memberikan anak-anaknya riwayat keluarga dalam kematian usia muda yang disebabkan serangan jantung. Namun jika terjadinya pada usia di bawah 35 tahun, itu bisa jadi karena penebalan otot jantung yang terjadi ketika bayi atau usia anak-anak," terang Prof Budhi.

Bila masalahnya adalah penebalan otot jantung, maka penebalan ini terjadi saat seseorang beraktivitas. Misalnya saja seorang pemain sepakbola, di mana dirinya akan berlari ke sana ke mari sepanjang pertandingan berlangsung. Nah, pada saat berlari itulah otot jantungnya akan semakin menebal.

"Dan karena jantung menebal inilah makanya menjadi rawan terjadi distrimia dan kematian mendadak. Keadaan seperti ini biasanya disebut hypertrohpic cardiomyopathy atau HOCM," ucap Prof Budhi.

Dikutip dari American Heart Association, hypertrophic cardiomyopathy adalah suatu kondisi yang dapat terjadi pada usia berapa saja. Biasanya HOCM inilah yang menyebabkan kematian mendadak pada usia muda, termasuk para atlet-atlet muda. Sekitar 1 dari 500 orang disebutkan mempunyai HOCM ini, di mana dapat terjadi pada pria maupun wanita.

HOCM ini terjadi jika otot jantung tidak tumbuh secara normal atau menebal. Umumnya memang terjadi pada seseorang saat masih bayi dan usia kanak-kanak. HOCM mempengaruhi kerja jantung dalam mengantarkan darah ke tubuh. Sayangnya, orang yang terkena HOCM ini tidak mengalami gejala-gejala yang dapat terlihat secara signifikan. Sehingga orang dengan HOCM tampaknya hidup seperti orang sehat lainnya.