Ditulis oleh: Zanel Farha Wilda
Dipublikasikan oleh: Okezone (06 Agustus 2015)
=======
![]() |
| Liverpool 2015-2016 (Foto: AFP) |
Kompetisi Premier League musim 2015-2016 telah dimulai Sabtu 8 Agustus 2015 malam WIB. Pada pertandingan tersebut, untuk pertama kalinya Kopites menyaksikan tim kesayangannya tanpa kehadiran sang pemain legendaris, Steven Gerrard.
Keputusan Gerrard meninggalkan Anfield untuk hijrah ke LA Galaxy meninggalkan emosi yang mendalam bagi pemain, pelatih, staf dan pendukung Liverpool. Tak sedikit yang mempertanyakan, seperti apa jadinya Si Merah tanpa kehadiran sang kapten Stevie G.
Pelatih Brendan Rodgers harus bisa membawa The Reds lepas dari bayang-bayang seorang Gerrard. Meski Rodgers sebelumnya memang sudah cukup sering menggantinya dengan pemain lain, tapi saat itu Liverpool masih memiliki Gerrard yang bisa membuat perubahan dengan kepemimpinan dan karismanya.
Usai kepergiannya, Rodgers sepenuhnya akan memberikan posisinya untuk pemain muda, seperti Emre Can, Adam Lallana, Joe Allen, Jordan Hendeson, serta para pemain baru Liverpool yakni Roberto Firmino dan James Milner. Lantas, apakah mereka bisa menggantikan peran seorang Stevie G?
Bila melihat hasil pertandingan pramusim 2015-2016, The Reds menunjukkan tanda-tanda yang cukup positif. Dari lima pertandingan yang dijalani, The Anfield Gank hanya satu kali seri dan sisanya meraih kemenangan.
Tidak hanya soal kemenangan, performa Liverpool juga cukup meyakinkan. Para pilar anyar yang dibeli di bursa transfer musim panas ini mau pun yang dipulangkan Rodgers dari masa pinjaman, tampil cukup agresif. James Milner dan Nathaniel Clyne adalah dua pemain baru yang sudah cukup menonjol untuk Liverpool. Selain kedua nama itu, Divock Origi yang baru saja selesai menjalani peminjaman musim lalu, juga mampu tampil impresif.
“Saya puas dengan performa sejauh ini. Tim sudah mengalami peningkatan dan permainan kami sudah lebih baik. Kami siap untuk musim baru dan fokus menghadapi Stoke City,” papar pelatih 42 tahun itu, melansir situs resmi Liverpool.
Apa yang disampaikan Rodgers dapat memberikan suntikan semangat dan keyakinan bagi para pendukung Liverpool untuk memulai musim 2015-2016. Harus diakui, jika melihat performa Merseyside Merah saat pramusim, Kopites boleh sedikit bernapas lega dan menatap musim dengan cukup optimis.
Masalahnya sekarang adalah, lawan-lawan saat pramusim hanya merupakan tim yang di atas kertas berada di bawah kualitas Liverpool. Lantas, apakah itu sudah bisa menjadi tolok ukur kemampuan The Reds sesungguhnya?
Menunggu Hasil Perjudian Rodgers untuk Liverpool
Danny Ings, James Milner, Adam Bogdan, Joe Gomez, Nathaniel Clyne, Roberto Firmino, dan Christian Benteke adalah bentuk perjudian Rodgers untuk Liverpool di bursa transfer musim panas 2015-2016. Dengan biaya yang tak sedikit, Rodgers diharap bisa membuktikan perjudiannya tidak berakhir mengecewakan.
Kopites tentu masih ingat dengan sejumlah pemain yang gagal bersinar di Anfield, seperti di antaranya Andy Carroll, Rickie Lambert, Fabio Borini, dan Mario Balotelli. Ings, Milner, Bogdan, Gomez, Clyne, Firmino, dan Benteke diharap tidak mengulangi hal serupa.
Sejauh ini, baru Milner, Ings, Gomez, dan Clyne saja yang menunjukkan kapasitasnya di pertandingan pramusim Liverpool. Selain keempat nama itu, ada Divock Origi yang sudah memperkuat The Reds setelah kembali pulang dari masa peminjaman di Lille.
Milner sejauh ini tampil sesuai ekspektasi. Pesepakbola 29 tahun itu memberikan performa yang cukup impresif dengan dua gol. Ia tak pernah absen dari lima pertandingan pramusim Liverpool. Origi juga tampil dengan cukup mengesankan dengan mencetak dua gol. Dengan usia yang masih 20 tahun, banyak yang menilai Origi bisa mengisi posisi yang ditinggalkan Raheem Sterling. Clyne menjadi pemain selanjutnya yang tampil cukup baik saat pramusim. Performa memuaskan saat melawan Brisbane Roar membuat Rodgers mempercayakan posisi starting line up di tiga pertandingan pramusim selanjutnya.
Firmino dan Benteke merupakan dua pemain yang paling ditunggu-tunggu penampilannya oleh fans Liverpool. Sayang, keduanya belum bisa diikutsertakan dalam pertandingan pramusim The Reds beberapa waktu lalu. Wajar jika Kopites menaruh ekspektasi cukup tinggi pada Firmino dan Benteke. Melihat performa musim-musim sebelumnya, kedua pemain itu tampil impresif bersama klub masing-masing.
Dua musim terakhir ibarat puncak kesuksesan Firmino bersama Hoffenheim. Di dua musim itu, ia selalu menjadi pemain yang diandalkan di starting line up dan kepercayaan itu dibayarnya dengan 32 gol dari 73 penampilan di semua kompetisi untuk Die Kraichgauer. Sedangkan Benteke selalu menjadi andalan Aston Villa sejak musim pertamanya. Ia selalu mencetak di atas 10 gol setiap musimnya. Tiga musim bersama Villa, ia mencetak 49 gol dari 100 penampilan di semua kompetisi.
Dari rekaman catatan performa tersebut, Firmino dan Benteke memang menjanjikan produktivitas gol yang cukup baik untuk Liverpool. Apalagi, minimnya produktivitas gol memang menjadi masalah Merseyside Merah sepanjang musim lalu.
Tapi bagaimanapun, terlepas dari kualitas masing-masing pemain, Rodgers sebagai pelatih harus bisa memanfaatkan dan mengembangkan para pemain baru dengan maksimal. Jangan sampai kurang tepatnya skema permainan yang diterapkan membuat para pemain gagal bersinar.
Rodgers sepertinya masih mencari skema dan formasi dasar yang tepat dan cocok untuk para pemainnya. Dari lima pertandingan pramusim kemarin, pelatih asal Irlandia Utara itu menerapkan formasi yang berbeda-beda, seperti 4-2-2, 4-3-3, dan 4-2-2 diamond.
Habis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar